PENGUATAN APBP-Pekon 2018, MENUJU PADAT KARYA TUNAI DI PEKON

Batu Patah.sideka.id. Bahwa dalam SKB-4 Menteri ditetapkan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melakukan :

  1. penguatan pendamping professional untuk :
  2. mengawal pelaksanaan padat karya tunai di desa; dan
  3. berkoordinasi dengan pendamping lainnya dalam program pengentasan kemiskinan;
  4. refocusing penggunaan Dana Desa pada 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) jenis kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Desa, melalui koordinasi dengan kementerian terkait;
  5. fasilitasi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan pembangunan desa paling sedikit 30% (tiga puluh persen) wajib digunakan untuk membayar upah masyarakat dalam rangka menciptakan lapangan kerja di Desa;
  6. upah kerja dibayar secara harian atau mingguan dalam pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dengan Dana Desa; dan
  7. fasilitasi pelaksanaan kegiatan pembangunan yang didanai dari Dana Desa dengan mekanisme swakelola dan diupayakan tidak dikerjakan pada saat musim panen.
Penguatan APBP-Pekon Batu Patah

Sejalan dengan program Pemerintah tentang Padat Karya Tunai, maka Pekon Batu Patah dengan di Inisiasikan oleh Pendamping Profesional Kecamatan kelumbayan Barat, melakukan kegiatan Penguatan APBP-Pekon untuk menuju Padat Karya Tunai di Pekon. Kesempatan dalam penguatan ini Pendamping Profesional dari unsur Pendamping Teknik Infra Struktur, M.Fahman Yulisandi, S.T. mengungkapkan bahwa kegiatan penguatan Padat Karya Tunai pada APBP-Pekon dilakukan secara marathon, dan sekarang pekon Batu Patah adalah Pekon yang terakhir melakukan Penguatan Padat Karya Tunai pada APBP-Pekonnya. Lebih lanjut Khairul A sebagai Pendamping Profesional Pemberdayaan, menyatakan bahwa kegiatan Padat Karya Tunai harus dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan perputaran uang di Pekon Batu Patah dapat lebih meningkat, sehingga diharapkan akan bermuara pada peningkatan geliat Perekonomian di masyarakat khususnya di Pekon Batu Patah.

Tenaga kerja yang akan terlibat padat karya tunai didata untuk memastikan perhitungan 30% pembayaran upah tenaga kerja. Warga masyarakat Desa yang berpotensi menjadi tenaga kerja dalam pelaksanaan padat karya tunai meliputi:

  1. penganggur, setengah penganggur dan warga miskin;
  2. pencari nafkah utama keluarga;
  3. laki-laki, wanita dan pemuda usia produktif dan bukan anak-anak;
  4. petani/kelompok petani yang mengalami paceklik dan menunggu masa tanam/panen.
  5. tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan (diputus hubungan kerja).

Pada Kesempatan ini juga dihadiri oleh unsur dari BKKBN Kecamatan Kelumbayan Barat Bapak Haryanto, Padat Karya Tunai bisa menunjang kegiatan Peningkatan Gizi Keluarga, dengan adanya peningkatan daya beli masyarakat, maka diharapkan bisa memberikan variasi menu keseharian yang lebih bergizi dan berimbang.

=PADAT KARYA TUNAI-HARAPAN MASYARAKAT UNTUK KESEJAHTERAAN=(AtZ)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan